Membincang Perusahaan Kopi dan Usaha Kopi Rumahan

Apa yang dilakukan petani pasca kopi dipetik? Ada macam-macam jalan dan lagi-lagi soal manakah jalan yang akan ditempuh, ini menyangkut pilihan. Pertama, membawa hasil panen ke pengepul dan mereka pulang dengan membawa uang. Kedua, membawa hasil panen ke rumah dan membiarkan kopi yang sudah dipanen tersimpan di keranjang atau di karung. Ketiga, segera memproses hasil panen sesuai dengan kaidah-kaidah yang sudah diakui dan baru menjualnya dalam bentuk green beanKeempat, memproses hasil panen sampai menjadi green been, lalu memprosesnya sendiri dan menjualnya dalam bentuk kopi siap seduh.

Jalan yang pertama adalah yang paling sering ditemui. Sebab inilah jalan paling ringkas untuk mendapatkan uang. Jalan yang keempat adalah yang paling jarang ditemui, karena dibutuhkan kesabaran, waktu, tenaga, sampai kemudian mendapatkan hasilnya. Tetapi, sesuai hukum alam, kesabaran mengolah kopi sampai siap seduh ini akan diganjar dengan hasil yang setimpal. Namun, wajar jika jarang yang siap menjalani proses itu, karena selain membutuhkan alat-alat produksi, juga karena kurangnya pengetahuan dari petani kopi itu sendiri, baik dari segi pemasaran juga dalam hal pengolahan.

Keadaan yang demikian membuat kita paham bahwa yang dibutuhkan petani, selain bantuan alat, juga penyuluhan dan pendampingan yang intens. Ini sudah dilakukan oleh pemerintah, meski belum menyeluruh. Kelompok-kelompok tani sebagian sudah mendapatkan penyuluhan dan bantuan alat. Tetapi kita menyadari bahwa ada banyak petani yang tidak tergabung dalam kelompok yang mana jumlah mereka sebenarnya bisa jadi lebih banyak. Solusi untuk hal ini, tentu mesti dipikirkan juga.

Pabrik Kopi Besar dan Usaha kopi rumahan

Sebelumnya, pada era kolonial, kopi hanya bisa dinikmati oleh orang-orang besar. Rakyat hanya menanam dan wajib menyerahkan hasil panen kepada pemerintah Belanda. Pasca kemerdekaan kopi mulai banyak dibudidayakan dan rakyat bisa menikmati hasil tanaman mereka, meski masih banyak yang menjual hasil panen untuk kemudian membeli produk kopi yang siap seduh.

Saat ini, selain pabrik kopi yang besar, yang mengolah dan memasarkan kopi berton-ton setiap minggu, mulai banyak bermunculan usaha kopi rumahan. Sebagian mereka adalah bagian dari kerja kelompok tani, sebagian lagi bukan. Dengan modal yang kecil, pengusaha kopi ini mengolah kopi yang dihasilkan petani untuk kemudian dijual dalam bentuk roasted bean (kopi sangrai) atau kopi bubuk.

Munculnya usaha kopi rumahan ini cukup membuat konsumen memiliki banyak alternatif dalam memilih kopi. Ditambah lagi dengan pengetahuan tentang kopi yang memadai membuat konsumen mulai banyak beralih dari menyeduh kopi yang dihasilkan pabrik besar ke kopi premium yang biasanya di oleh home industri. Perusahaan kopi besar juga mulai memunculkan varian kopi premium, karena menyadari perubahan-perubahan pola konsumsi kopi pada masyarakat.

kopi tiga gunung

Kesadaran masyarakat akan cita rasa kopi, penghargaan untuk petani, dan munculnya alat-alat kopi dan aneka teknik seduh, membuat usaha kopi menggeliat. Fenomena ini membuat harga kopi mengalami kenaikan dan karenanya banyak petani yang kembali melirik budidaya kopi setelah sebelumnya banyak tanaman kopi dibabat dan digantikan tanaman produktif lainnya. Muncul pula kedai-kedai kopi di sudut-sudut kota kecil, juga kontes-kontes seputar kopi.

Kopi Sachet Masih Banyak Diminati

Produk kopi yang dihasilkan industri kopi besar salah satunya adalah kopi sachet. Biasanya kopi ini sudah dicampur dengan bahan-bahan lain dan langsung bisa diseduh oleh pembeli. Sebagian penggiat kopi ada yang risih dan nyinyir dengan kopi sachet, sebab menurut mereka kopi sachet adalah produk yang dihasilkan dari kopi kualitas buruk, dan sudah ditambah aneka bahan (sebagian zat kimia) sehingga rasa kopi tidak original lagi, selain juga kurang bagus untuk kesehatan. Tetapi nyatanya, kopi sachet paling banyak diminati oleh masyarakat. Kenapa? Tentu saja karena harganya yang murah, kepraktisan, dan mudah didapat. Soal-soal yang lain, banyak konsumen yang tidak peduli.

Kenapa kopi sachet bisa lebih murah dibanding kopi yang dihasilkan oleh industri rumahan? Karena bahan yang mereka gunakan adalah kopi asalan, yang harganya murah, selain juga adanya penambahan bahan campuran seperti jagung dan perasa. Modal besar dan kepemilikan alat juga dapat menekan biaya produksi sehingga kopi dapat dijual murah. Belum lagi iklan yang mereka sebar ke ruang-ruang publik, telah juga mempengaruhi pilihan konsumen terhadap produk mereka.

Sebetulnya tidak perlu nyinyir dengan kopi sachet. Tidak pelu pula menggalakkan kampanye agar masyarakat berhenti minum kopi sachet. Sebab perusahaan kopi besar yang memproduksi kopi sachet telah berjasa menampung hasil panen para petani. Kita bisa bayangkan sekiranya tidak ada perusahaan besar yang membeli hasil panen petani. Barangkali Indonesia tidak akan menjadi penghasil kopi terbesar nomor empat di dunia.

Maka, yang paling penting dilakukan adalah edukasi; tidak hanya ke petani, tetapi juga ke masyarakat. Kenalkan kepada mereka tentang produk kopi yang baik, maka lambat laun selera masyarakat akan bergeser dengan sendirinya, sekarang juga sudah mulai terasa. Apakah anda juga mengamati dan merasakan hal yang sama?

Incoming search terms:

  • pola proses pabrik kopi rumahan

Add Comment